Jalan Pintas

Laman

runing text

Selamat datang di blog kami semoga anda menemukan yang anda butuhkan

Saturday, December 20, 2014

Prof. Dr. Khoirul Anwar penemu jaringan 4G LTE

Adalah Prof. Dr. Khoirul Anwar, yang
menemukan dan sekaligus pemilik paten
teknologi 4G berbasis OFDM
(Orthogonal Frequency Division
Multiplexing).
Khoirul Anwar adalah alumni Teknik
Elektro ITB dengan cumlaude di tahun
2000, kemudian melanjutkan pendidikan di
Nara Institute of Science and Technology
(NAIST) dan memperoleh gelar master di
tahun 2005 serta doktor di tahun 2008.
Beliau juga penerima IEEE Best
Student Paper Award of IEEE Radio
and Wireless Symposium (RWS) tahun
2006, di California.
Penemuan teknologi 4G berbasis OFDM
diawalinya dengan “ide nyeleneh”
mengurangi daya transmisi untuk
meningkatkan kecepatan transmisi data.
Penurunan daya dilakukan hingga 5dB
saja (100.000 = 10 pangkat 5 kali lebih kecil
dari teknologi sebelumnya) dan hasilnya
kecepatan transmisi meningkat.
Pada paten keduanya, Khorul Anwar
kembali membuat dunia kagum, kali ini
adalah menghapus sama sekali guard
interval/GI, tentu saja ini malah membuat
frekuensi yang berbeda akan bertabrakan,
alih-alih menambah kecepatan. Namun,
anak Indonesia asli asal Kediri ini
mengkompensasi resiko tersebut dengan
mengembangkan algoritma khusus di
laboratorium, hasilnya interferensi tersebut
dapat diatasi dengan unjuk kerja yang sama
seperti sistem biasa dengan adanya GI.
Asisten Professor di JAIST ini masih
terus mengasah kemampuannya. Meski
berprestasi cemerlang di Jepang, Khorul
Anwar menyimpan keinginan untuk kembali
ke Indonesia jika telah menjadi salah satu
tokoh terkemuka di bidang telekomunikasi.
Aneh ya bees, yang menemukan orang
indonesia tapi jaringan 4G belum nyampe
ketempat saya atau mungkin belum ada
diindonesia..haduhhhhh
Moga aja secepatnya teknologi LTE(4G)
sudah ada diindonesia ,yaaahh semoga
saja ...#ragu

Thursday, December 11, 2014

Antena yang memancarkan sinyal ke segala arah { Antena omnidirectional }

Antena omnidirectional
yaitu jenis antena yang memiliki
pola pancaran sinyal ke segala arah
dengan daya sama. Untuk
menghasilkan cakupan area yang
luas, gain dari antena
omnidirectional harus
memfokuskan dayanya secara
horizontal (mendatar,dengan
mengabaikan pola pemancaran ke
atas dan ke bawah,sehingga antean
dapat di letakan di tengah-tengah
base station. Dengan demikian,
keuntungannya dari antena jenis
ini adalah dapat melayani jumlah
pengguna yang lebih banyak.
Namun kesulitannya adalah pada
pengalokasian frequensi untuk
setiap sel agar tidak terjadi
interferensi. Antena jenis ini
biasanya di gunakan pada lingkup
yang mempunyai base station
terbatas dan cenderung untuk
posisi pelanggan yang melebar.
Antena ini mempunyai
sudut pancaran yang besar (wide
beamwidth) yaitu 3600; dengan
daya lebih meluas, jarak yang lebih
pendek tetapi dapat melayani area
yang luas Omni antena tidak
dianjurkan pemakaian-nya, karena
sifatnya yang terlalu luas se-hingga
ada kemungkinan mengumpulkan
sinyal lain yang akan menyebabkan
inter-ferensi. antena
omnidirectional mengirim atau
menerima sinyal radio dari semua
arah secara sama, biasanya
digunakan untuk koneksi multiple
point atau hotspot.

Pengertian dan tujuan file transfer protokol {FTP}

File Transfer Protokol (FTP) adalah
suatu protokol yang berfungsi untuk tukar-
menukar file dalam suatu network yang
mensupport TCP/IP protokol. Dua hal
penting yang ada dalam FTP adalah
FTP server dan FTP Client. FTP
server menjalankan software yang
digunakan untuk tukar menukar file, yang
selalu siap memberian layanan FTP
apabila mendapat request dari FTP client.
FTP client adalah komputer yang
merequest koneksi ke FTP server untuk
tujuan tukar menukar file (mengupload atau
mendownload file).
Tujuan FTP server adalah sebagai
berikut :
1. Untuk men-sharing data.
2. Untuk menyediakan indirect atau
implicit remote computer.
3. Untuk menyediakan teempat
penyimpanan bagi user.
4. Untuk menyediakan transfer data yang
reliable dan efisien.
FTP sebenarnya cara yang tidak aman
untuk mentransfer file karena file tersebut
ditransfer tanpa melalui enkripsi terlebih
dahulu tetapi melalui clear text. Mode text
yang dipakai untuk transfer data adalah
format ASCII atau format Binary.
Secara default, ftp menggunakan mode
ASCII untuk transfer data. Karena
pengirimannya tanpa enkripsi, maka
username, password, data yang ditransfer,
maupun perintah yang dikirim dapat di
sniffing oleh orang dengan menggunakan
protocol analyzer (Sniffer). Solusi yang
digunakan adalah dengan menggunakan
SFTP (SSH FTP) yaitu FTP yang
berbasis pada SSH atau menggunakan
FTPS (FTP over SSL) sehingga data
yang dikirim terlebih dahulu dienkripsi
(dikodekan).
FTP biasanya menggunakan dua buah port
yaitu port 20 dan 21 dan berjalan
exclusively melalui TCP. FTP server
Listen pada port 21 untuk incoming
connection dari FTP client. Biasanya
port 21 untuk command port dan port 20
untuk data port. Pada FTP server,
terdapat 2 mode koneksi yaitu aktif (active)
mode dan pasif (passive) mode.